Badai Miss Universe 2025: Laporan Pidana dan Seruan Investigasi

Kontroversi penyelenggaraan Miss Universe 2025 masih berlanjut. Muncul pernyataan Miss Universe 2025, ia tidak akan melepaskan mahkotanya.

Catatan: Tulisan saya ini, dimuat di Tempo.co dan MSN, tanggal 6 Desember 2025.

Miss Meksiko, Fatima Bosch menjadi Miss Universe 2025. Foto: Instagram @missuniverse.

PANGGUNG Miss Universe 2025 kembali diterpa masalah baru. Setelah pemenangnya, Fatima Bosch dari Meksiko, dituduh memfitnah dan disebut menerima kemenangan yang “diatur”, Presiden Miss Grand International, Nawat Itsaragrisil, mengajukan pengaduan pidana terhadap sang ratu kecantikan. Di saat bersamaan, kontestan dari Haiti menyerukan investigasi independen atas berbagai kejanggalan saat kompetisi berlangsung. Miss Universe kini berada dibayang-bayangi kerusakan reputasi.

Laporan Pidana: Nawat Mengklaim Difitnah Fatima Bosch

Nawat Itsaragrisil mengatakan bahwa ia secara resmi mengajukan laporan pidana terhadap Fatima Bosch pada 12 November 2025 di Thailand. Langkah ini, dikutip dari laporan People, dilakukan setelah Bosch dianggap menyebarkan pernyataan keliru terkait insiden tegang yang terjadi di ruang acara pada 4 November. Dalam video yang beredar dari insiden tersebut, Bosch tampak dipanggil oleh pihak organisasi karena tidak hadir dalam sesi foto promosi yang bersifat wajib.

Menurut Nawat, Bosch menolak mengikuti sesi itu bukan karena alasan pribadi, melainkan mengikuti arahan direktur nasionalnya, yang berbeda dengan instruksi penyelenggara Thailand. Bosch kemudian menyebut bahwa ia diperlakukan kasar dan dihina, termasuk tuduhan bahwa Nawat menyebutnya “bodoh” di depan publik.

Namun, pihak MGI membantahnya. Mereka menegaskan bahwa kata yang diucapkan adalah “kerusakan,” bukan “bodoh,” mungkin dalam bahasa Inggris terdengar memiliki kesamaan pernyebutan, terlebih dengan dialek yang berbeda-beda memicu kesalahpahaman, mereka mengaku memiliki bukti video.

Nawat menyatakan bahwa setelah memenangkan mahkota, Bosch melakukan serangkaian wawancara yang terus salah mengartikan kejadian tersebut, alih-alih meluruskan narasi, justru mencemarkan nama baik Nawat. Disebutkan bahwa Bosch tidak pernah menyampaikan klarifikasi atau permintaan maaf atas pernyataannya yang telah memicu serangan publik terhadap Nawat dan timnya.

Seruan Investigasi Eksternal: Kontestan Haiti Buka Suara

Kontroversi makin memanas ketika Melissa Sapini, Miss Haiti, menyerukan investigasi eksternal yang independen terhadap Miss Universe 2025. Dalam pernyataan yang disampaikan kepada People, Sapini mengaku berada di ruang yang sama ketika insiden antara Bosch dan Nawat pecah, dan ia mendengar sendiri ucapan yang dilontarkan.

Sapini mengkritik sikap penyelenggara yang menyebut konflik itu hanya kesalahpahaman bahasa. Menurutnya, hal itu adalah bentuk penghinaan bagi setiap perempuan multibahasa dalam kompetisi ini. Ia menilai bahwa kompetisi seelit Miss Universe tidak seharusnya meremehkan isu seperti ini.

Selain insiden tersebut, Sapini menyoroti dua juri yang mengundurkan diri, muncul keluhan kontestan mengenai logistik, makanan, serta kondisi kesehatan, hingga dugaan bahwa penilaian final tidak transparan. Sapini menegaskan pentingnya investigasi eksternal, tidak memihak dan transparan, agar integritas kontes tidak diragukan di masa mendatang.

Selengkapnya, silakan baca versi aslinya di:

Posting Komentar

0 Komentar